5 Langkah Mudah Menyusun Perencanaan Strategis Perusahaan Anda!

5 Langkah Mudah Menyusun Perencanaan Strategis Perusahaan Anda!

Salah dalam merencanakan sama dengan merencanakan kegagalan – Benjamin Franklin

Kalimat bijaksana di atas menyadarkan kita bahwa sebuah tujuan tanpa perencanaan itu sama saja dengan merencanakan kegagalan!

Begitu juga dalam menjalankan bisnis. Perencanaan Strategis yang baik adalah faktor utama keberhasilan perusahaan.

Tunggu dulu! Kita ini sedang membahas bisnis plan atau perencanaan strategis (strategic plan)? Apakah kedua hal itu berbeda?

Mari kita cermati kalimat pada awal paragraph kedua yaitu
“Begitu juga dalam menjalankan bisnis”.

Kata “menjalankan” itu artinya bisnis anda sudah berjalan, bukan masih dalam perencanaan. Jadi di sini kita akan membahas perencanaan strategis untuk bisnis yang sudah berjalan.

“Kenapa mereka rela membayar mahal untuk sebuah perencanaan strategis? Itu karena mereka sadar bila mereka salah dalam tahap perencanaan maka dampaknya akan sangat besar”.

Kita bisa menemui bahwa banyak perusahaan multinasional yang membayar mahal hanya untuk sebuah Perencanaan Strategis. Kenapa mereka rela membayar mahal untuk sebuah perencanaan strategis? Itu karena mereka sadar bila mereka salah dalam tahap perencanaan maka dampaknya akan sangat besar. Sebuah perusahaan multinasional gagal dalam menjalankan bisnisnya itu sama dengan bencana karena akan banyak sekali yang terseret dalam mata rantai bisnis mereka.

Dampaknya tidak hanya dialami Para Pemegang Saham dan Karyawan, tapi ratusan pemasok, para konsumen, dan negara ikut merasakan dampak atas gagalnya bisnis mereka. Tak bisa dibayangkan!

Lain halnya dengan perusahaan berskala kecil sekelas Usaha Kecil dan Menengah (UKM), kegagalan bisnis mereka tentu punya dampak juga, namun tidak sebesar dampak yang dihasilkan perusahaan besar.

Lalu apakah bila perusahaan anda berskala kecil atau menengah (UKM) maka anda tak perlu membuat perencanaan strategis? Ingat! Meskipun kecil tetap saja kerugian adalah hal yang pertama kali harus dihindari! Untuk apa menjalankan bisnis bila hanya akan berujung pada kebangkrutan.

Bila menghindari kerugian saja anda tidak berhasil, bagaimana ceritanya anda bisa meraih untung? Betul?

The first duty of business is to avoid loss!
Anda pasti paham maksud ungkapan ini. Tugas utama dalam berbisnis adalah menghindari kerugian. Bila anda mampu menghindari kerugian maka pasti anda mampu meraih keuntungan!

Bila menghindari kerugian saja anda tidak berhasil, bagaimana ceritanya anda bisa meraih untung? Betul?

Untuk itu anda tetap harus membuat perencanaan strategis terhadap bisnis yang sedang anda geluti saat ini. Anda tak perlu menunggu sampai akhir tahun untuk membuat perencanaan strategis. Bila saat ini anda belum memilikinya maka sekaranglah waktu yang tepat bagi anda untuk membuatnya!

Di sini anda akan mempelajari 5 langkah mudah menyusun Perencanaan Strategis. Kita ambil contoh perencanaan strategis sebuah perusahaan kargo. 5 langkah ini sangat mudah sehingga anda dapat langsung membayangkan penerapannya di bisnis anda.

  1. Pertama, pahami situasi terkini perusahaan anda dengan mempelajari hal-hal di bawah ini:
    • Apa visi dan misi perusahaan anda?
    • Kenali isu-isu eksternal dan internal yang berkaitan dengan bisnis anda saat ini.
      1. Isu eksternal
        1. Reputasi anda saat ini di mata konsumen
        2. Bagaimana hubungan anda dengan konsumen
        3. Siapa kompetitor anda dan bagaimana posisi anda terhadap mereka saat ini
        4. Dukungan pemasok anda (ketersediaan bahan, waktu layanan, harga)
        5. Dan faktor lain
      2. Isu internal
        1. Kompetensi karyawan dalam melayani konsumen dan kegiatan operasional
        2. Kondisi keuangan (omset, hutang dan piutang)
        3. Dukungan pemegang saham (akses dan permodalan)
        4. Dan faktor lain.
  • Identifikasi siapa aja pihak yang berkepentingan atas bisnis anda?
    1. Pemegang saham
    2. Konsumen
  • Karyawan
  1. Pemerintah
  • Selanjutnya kita identifikassi apa keinginan dan harapan para pihak yang berkepentingan dengan bisnis yang anda lakukan.
    1. Pemegang saham à profit dan perkembangan usaha (sustainability)
    2. Karyawan à jaminan penghasilan, bonus, perumahan, kendaraan, jaminan hari tua dan kelangsungan perusahaan
  • Konsumen à kualitas produk, harga yang terjangkau, kecepatan kirim, keamanan produk dan kemudahan layanan
  1. Pemerintah à penerimaan pajak, penyerapan tenaga kerja, dampak lingkungan dan kepatuhan hukum
  1. Kedua, tetapkan target tahunan perusahaan. Anda dapat menentukan target dengan cara mempelajari data-data lampau perusahaan anda ditambah dengan isu external dan internal yang telah diidentifikasi. Tetapkan target yang memang benar-benar bisa diraih dengan mempertimbangkan hasil dari langkah pertama di atas. Dalam contoh perencanaan strategis ini anda telah menetapkan 1 (satu) target utama yaitu:
    • “Penjualan pada akhir tahun mencapai 29 milliar rupiah”.

Yang perlu anda ingat adalah target yang telah anda tetapkan akan membutuhkan komitmen anda untuk meraihnya. Komitmen ini akan mendorong anda mengerahkan segala upaya yang mungkin untuk mendukung tercapainya target tersebut. Dengan kata lain dalam menetapkan target jangan asal saja, terkesan wah tapi baru jalan selangkah sudah angkat koper pulang. 😀

  1. Ketiga, identifikasi proses kunci yang memegang peranan penting pencapaian target perusahaan. Kita gunakan tabel sederhana di bawah ini:

  1. Keempat, buat rencana kegiatan (activity plan) untuk mencapai target perfungsi di atas. Dalam menentukan rencana kegiatan ada cara yang paling mudah yaitu dengan menggunakan analisa pohon kegagalan atau biasa dikenal dengan Fault Tree Analysis (disingkat FTA). Kita tidak perlu menggunakan seluruh fitur FTA, cukup konsepnya saja yang kita gunakan. Sebagai contoh:
analisa pohon kegagalan atau biasa dikenal dengan Fault Tree Analysis
analisa pohon kegagalan atau biasa dikenal dengan Fault Tree Analysis

Selanjutnya anda pindahkan hasil analisa yang ada di diagram tersebut ke sebuah tabel rencana aktifitas (activity plan) sehingga hasilnya adalah sebagai berikut:

  1. Kelima, ini adalah langkah terakhir sebagai langkah penentu keberhasilan perencanaan strategis yang telah anda buat yaitu “melakukan tinjauan rutin terencana” sebagai upaya kontrol (kendali) atas jalannya rencana kegiatan (activity plan). Anda bisa menetapkan agenda rapat periodik bulanan yang dihadiri oleh setiap kepala bagian yang bertanggung jawab terhadap activity plan. Ouput kegiatan ini adalah keputusan-keputusan strategis yang diambil untuk memastikan keberhasilan perencanaan strategis perusahaan anda.

“ingin perusahaannya bisa berjalan lancar tanpa keharusan kehadiran dirinya”.

Hampir semua pengusaha memiliki salah satu harapan yang sama yaitu “ingin perusahaannya bisa berjalan lancar tanpa keharusan kehadiran dirinya”. Semua mengharapkan seperti itu dengan alasan bila perusahaan sudah mampu berjalan sendiri secara otomatis (autopilot istilahnya) maka sang pengusaha bisa memikirkan ide-ide bisnis lain dengan lebih leluasa. Saya jamin pasti anda akan sepakat dengan hal ini!

“…masukkan “pengembangan sistem” sebagai salah satu program dalam Strategic Planning anda!”

Hal ini bukanlah keinginan yang muluk, banyak perusahaan yang bisa berjalan lancar sementara para pemegang sahamnya bisa bebas membangun usaha-usaha yang lain. Rahasianya adalah “Perusahaan itu sudah mapan sistem”. Bagaimana membentuk sistem yang baik? Apakah bisa langsung panggil konsultan untuk membukukan sistem yang sudah ada? Sebaiknya hal itu jangan anda lakukan. Yang pertama harus anda lakukan adalah “rancanglah Perencanaan Strategis (Strategis Planning) bagi perusahaan anda dan masukkan “pengembangan sistem” sebagai salah satu program dalam Strategic Planning anda!

Tunggu apa lagi? langsung saja ambil tindakan! Anda bisa contek saja contoh-contoh di atas dan terapkan dalam perusahaan anda.

Jangan segan untuk menghubungi kami pdca.co.id, kami siap membantu!

Salam sukses!

Ridof Saputra

Author


FAQ Perencanaan Strategis (Strategic Planning)

  1. Apa manfaat penerapan perencanaan strategis?
    • Dengan adanya perencanaan strategis membuat perusahaan memiliki arah dalam perkembangan usahanya. Bayangkan sebuah perusahaan tanpa perencanaan strategis, tentu jalannya perusahaan akan apa adanya saja karena tak ada arahan yang ditetapkan oleh Top Manajemen.
    • Perencanaan strategis membuat team dalam perusahaan lebih pro-aktif dalam bertindak karena semua sudah direncanakan. Lain halnya bila tanpa dilengkapi perencanaan strategis pasti team hanya mampu bereaksi mengambil tindakan terhadap hal-hal yang telah terjadi (istilah umumnya kagetan).
    • Meningkatkan efisiensi operasional karena semua sudah direncanakan. Bila tanpa rencana maka bisa dipastikan biaya bisa membengkak karena semua bersifat terlambat.
    • Membuat kelangsungan hidup usaha lebih durable karena mampu mengatasi setiap fenomena yang terjadi saat masih bersifat potensi.
  2. Apa perbedaan bisnis plan (business plan) dengan perencanaan strategis (strategic plan)?

Bisnis plan digunakan untuk memulai sebuah bisnis, atau dapat juga dijadikan sebagai modal mencari sumber pendanaan. Sedangkan perencanaan strategis digunakan untuk memanajemeni arahan-arahan strategis pada perusahaan yang sudah berjalan.

  1. Ada berapa tahapkah pembuatan perencanaan strategis (strategic planning)?

Tidak ada jumlah tahapan baku dalam merancang sebuah perencanaan strategis. Masing-masing organisasi dapat merancang perencanaan strategis dengan jumlah tahapan yang cocok untuk perusahaan masing-masing.

  1. Kapankah waktu yang tepat untuk menyusun perencanaan strategis (strategic planning)?

Bila perusahaan anda belum menerapkan perencanaan strategis (strategic planning) mana waktu yang tepat adalah SEKARANG!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *