Kategori : Business Plan

Answer :

a ) Tahu lebih pasti bayangan keadaan perusahaan di masa depan!

b ) Lebih mudah meraih target penjualan yang diinginkan!

c ) Lebih mudah beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di pasar.

d ) Lebih mudah mendapatkan kepercayaan dari stake holder dan interested parties.

e ) Lebih mudah mengatur cash flow.

f ) Gerakan perusahaan lebih bisa dikendalikan.

g ) Lebih tahu batasan waktu (time frame) dalam menilai tingkat keberhasilan.

h ) Bisnis plan menjadi mercusuar kendali arah perusahaan.

Answer : Pertanyaan ini salah redaksi! Tidak jelas apa yang diinginkan.

  • Apakah ingin minta dibuatkan contoh bisnis plan dengan dukungan data statistic, atau
  • Ingin ditunjukkan bisnis plan dengan bidang layanan statistic?

Answer :

3.1 Apakah sudah ada bidang usaha yang sejalan dengan passion yang anda miliki? Bila sudah ada anda perlu mempelajari apakah mereka sukses? Lihat dan pelajari apa saja kendala yang mereka hadapi.

3.2 Apakah anda benar-benar menguasai jenis usaha ini? Ingat! Passion saja tidak menjamin kesuksesan anda.

3.3 Apakah bisnis ini akan anda jadikan sekedar pelampiasan hobi atau benar-benar untuk mencari uang?

3.4 Apakah tujuan anda membangun bisnis ini hanya sekedar ingin pamer kemampuan kepada orang lain (keluarga)?

3.5 Apakah anda punya modal yang benar-benar cukup atau anda harus punya penyokong? Ingat, sekedar menunjukkan anda punya passion yang besar pada bidang ini saja tidak cukup untuk meyakinkan pemodal.

3.6 Hal apa yang bisa meyakinkan bahwa anda benar-benar memiliki kemampuan yang bisa menjamin kelangsungan bisnis ini?

3.7 Apakah anda kerja sendirian atau ada team yang membantu anda.

Daftar pertanyaan di atas bisa dijadikan input dalam merancang business plan yang berangkat dari passion yang anda miliki.

Kategori : ISO 14001

Answer : ISO 14001 bersifat sukarela, tidak ada keharusan bagi organisasi untuk mengadopsi ISO 14001 ataupun memiliki sertifikatnya. Beda halnya dengan PROPER yang merupakan program Pemerintah yang bersifat keharusan.

Answer :

ISO 14001 adalah standard internasional manajemen lingkungan yang bersifat volunteer, sedangkan PROPER adalah program Pemerintah yang bersifat mandatory. Secara table tidak bisa dibandingkan karena sebenarnya bagi Organisasi yang menerapkan ISO 14001 maka secara otomatis terikat dengan kewajiban kepatuhan kepada Peraturan Perundang-undangan terkait (lihat klausul 4. Konteks Organisasi). Nah, PROPER adalah salah satu Peraturan Perunda-undangan Terkait yang wajib dipatuhi oleh Organisasi tersebut sehingga semua peryaratan dalam PROPER wajib dipatuhi.

Answer :

ISO 14001 adalah standard manajemen lingkungan dimana di dalamnya terdapat persyaratan-persyaratan untuk menilai apakah sebuah organisasi telah mengendalikan dampak yang ditimbulkan dari kegiatan usaha yang mereka kerjakan.

Jadi apa saja yang diukur tentu tergantung pada dampak lingkungan yang diidentifikasi oleh organisasi. Contohnya; untuk perusahaan trucking maka mereka akan mengidentifikasi pencemaran lingkungan yang diakibatkan gas buang truk mereka, kerusakan jalan yang ditimbulkan oleh beban truk mereka dll. Jadi tiap organisasi tidak sama apa yg diukurnya.

Answer : Secara sifat adopsi standard ISO 14001 adalah bersifat sukarela. Jadi tidak ada keharusan bagi organisasi apapun untuk mengadopsi ISO 14001.

Perlu diingat bahwa semua jenis kegiatan memiliki dampak terhadap lingkungan. Yang membedakan adalah tingkat keseriusan dampak yang dihasilkan oleh kegiatan tersebut.

Bagi perguruan tinggi tentu dampak lingkungan yang ditimbulkan tidak sebesar dampak yang ditimbulkan pabrik-pabrik. Objectivitas perguruan tinggi dalam mengadopsi ISO 14001 mungkin lebih tepat sebagai bentuk edukasi bagi pada mahasiswa terkait perhatian mereka terhadap lingkungan. Jadi sekali lagi, bagi perguruan tinggi tidak ada keharusan untuk mengadopsi ISO 14001.

Answer : ISO 9001 dan 14001 bukan standard yang terbatas pada bidang tertentu saja. ISO 9001 dan ISO 14001 adalah standard manajemen yang berlaku umum, mulai dari industri kecil sampai industri skala raksasa bisa mengadopsi standard-standard ini. Dan bisa diadopsi di bidang apapun selama masih menghasilkan produk/jasa.

Answer : 

Pertama, kita harus pahami dulu bahwa ISO 9001 dan ISO 14001 adalah sama sama produk dari International Organization for Standardization. Pada versi 2015 standard ISO 9001 dan ISO 14001 sudah menggunakan struktur yang sama yaitu pada High Level Structure.

Mengenai pertanyaan “apa hubungan antara ISO 9001 dan 14001” tentunya kita harus memahami terlebih dahulu ap aitu ISO 9001 dan ISO 14001.

ISO 9001 adalah untuk sistem manajemen mutu, sedangkan

ISO 14001 adalah untuk sistem manajemen lingkungan.

Bila ingin dihubungkan adalah ISO 9001 sebagai tulang punggung sistem manajemen perusahaan sedangkan ISO 14001 adalah standard penunjangnya dimana perusahaan ingin menunjukkan kemampuan mereka dalam menangani dampak lingkungan yang mereka hasilkan dari kegiatan bisnis yang mereka lakukan.

Answer : bila yang ditanyakan adalah jumlah organisasi yang telah bersertifikat ISO 14001 sampai dengan 2017 adalah 362.610 organisasi. Bisa lihat di survey yang dilakukan ISO.ORG

Bila yang ditanyakan adalah sector apa sajakah yang menerapkan ISO 14001 maka jawabannya adalah banyak sekali sektornya. Selama aspect bisnis yang mereka punyai memiliki dampak terhadap lingkungan maka organisasi itu bisa mengadopsi ISO 14001.

Sebagai tambahan ISO telah melakukan survey dan membagi sector usaha menjadi 40 sektor mulai dari sector perikanan, penangkapan ikan, kehutanan, perkebunan, industry makanan, tekstil dll.

Answer :

Perbedaan perencanaan antara ISO 9001 dan ISO 14001 dapat dilihat dari materi yang dibahas di pasal 6.

ISO 9001 => fokus pada sistem manajemen mutu.

ISO 14001 => fokus pada sistem manajemen lingkungan.

Yang paling membedakan adalah pada ISO 9001 ada klausul 6.3 Planning of changes (Perubahan Perencanaan) sedangkan pada ISO 14001 pasal tersebut tidak ada. Sebenarnya bukan berarti “Planning of changes” dalam ISO 14001 tidak diperlukan. Hal itu tetap menjadi kewajiban untuk selalu dikaji ulang! Lihat klausul 6.1.2 Environmental aspects “When determining environmental aspects, the organization shall take into account:

  1. a) change, including planned or new developments, and new or modified activities, products and services;”.

Jadi kita garis bawahi “change” itu berarti kewajiban organisasi selalu mengkaji ulang, bukan kegiatan sekali seumur hidup.

Answer : dalam ISO 9001 dan 14001 versi 2015 tidak ada lagi yang namanya “Prosedur wajib”. Yang ada adalah mandatory document.

Adapun untuk penjelasan kenapa ada mandatory document menurut saya alasan yang paling tepat adalah dokumen-dokumen tersebut diminta oleh ISO karena dokumen-dokumen tersebut bukanlah berasal dari natural bisnis process organisasi. Artinya bila organisasi tidak diwajibkan oleh ISO 9001/14001 maka dokumen-dokumen tersebut belum tentu dibuat oleh organisasi.

Sebagai contoh;

  • Rekaman hasil kalibrasi alat monitoring dan alat ukur.

Secara alamiah organisasi akan secara secara sukarela menyediakan alat ukur yang dibutuhkan oleh mereka dalam usaha menjalankan bisnis mereka. Coba kita ambil contoh yang lebih mendekati. Sebuah workshop fabrikasi permesinan tentu akan menyediakan jangka sorong (Vernier caliper) untuk digunakan pekerjanya mengukur. Bila tidak ada kewajiban bagi mereka untuk menjamin keabsahan pengukuran, maka belum tentu mereka mau mengeluarkan biaya-biaya untuk mengkalibrasi alat ukur mereka dengan alasan ekonomi. Beda halnya bila mereka mengadopsi ISO 9001, maka mereka wajib mematuhi klausul 7.1.5. Monitoring and measuring resources sehingga mereka pasti akan mengalokasikan dana untuk mengkalibrasi alat ukur yang mereka gunakan sebagai bukti kepatuhan mereka terhadap pasal tersebut.

Answer : hubungan antara standard itu adalah hubungan saling mendukung dimana ISO 9001 adalah standard terkait Sistem Manajemen Mutu, dan untuk mengendalikan dampak lingkungan dari aspect yang dimiliki perusahaan diatur dalam ISO 14001 dan untuk mengendalikan Kesehatan dan Keselamatan Kerja diatur dalam OHSAS 18001.

Answer : tidak ada seri ISO 14001:1998. Yang ada adalah:

Pertama ISO 14001:1996

Kemudian ISO 14001:2004, dan

yang terakhir ISO 14001:2015

Answer :

Sesuai dengan persyaratan ISO 14001:2015 mensyaratkan Pimpinan Puncak untuk “g) mengarahkan dan mendukung personil untuk berkontribusi pada keefektifan sistem manajemen lingkungan” maka tentu saja setiap karyawan dituntut untuk berkontribusi sesuai dengan hak dan wewenang yang telah ditetapkan dalam uraian kerja (lihat klausul 5.3).

Answer : semua orang yang ada dalam organisasi. Setiap orang bertindak sesuai dengan hak dan wewenang yang ditetapkan organisasi.

Kategori : ISO 9001

Answer : ISO 9001:2015 adalah berisi persyaratan. Jadi standard ini tidak berisi petunjuk bagaimana cara memenuhi peryaratan-persyaratan ini. Namun demikian dari bunyi klausul 7.4 kita bisa menurunkannya menjadi matrix (tidak harus berupa matrix tapi ini adalah contoh yang paling ringkas dan mudah dipahami).

Matrik komunikasi internal dan external

Komunikasi

Tujuan

Wadah/ media

Frekwensi

Peserta

Tinjauan manajemen

Meninjau SMM organisasi

Tatap muka langsung atau tak langsung (secara online)

Akhir semester 1 dan akhir tahun

Seluruh jajaran manajemen

Opening meeting internal audit

Menjelaskan tujuan, ruang lingkup internal audit

Tatap muka langsung

Sesuai jadwal internal audit

Seluruh auditor internal, Top mgmt./perwakilan, auditees

Closing meeting internal audit

Menjelaskan tujuan, ruang lingkup internal audit dan temuan

Tatap muka langsung

Sesuai jadwal internal audit

Seluruh auditor internal, Top gmt../perwakilan, auditees

Kick-off meeting

Menjelaskan proyek baru, sasaran dan tujuan proyek

Tatap muka langsung atau tak langsung (secara online)

Saat proyek dimulai

Team project dan pihak berkepentingan internal

Activity plan meeting

Mengevaluasi pencapaian activity plan

Tatap muka langsung atau tak langsung (secara online)

Setiap minggu pertama

Seluruh jajaran manajemen

Production meeting

Koordinasi dan problem solving terkait kegiatan produksi

Tatap muka langsung

Setiap Senin

Seluruh manager

dst

 

 

 

 

Answer : Secara prinsip, prosedur exit clearance bukanlah sebuah mandatory dokumen dalam ISO 9001:2015. Namun untuk menjawab pertanyaan di atas bisa kita kaitkan dengan pasal 4.2 Memahami kebutuhan dan harapan pihak berkepentingan dimana Karyawan juga dimasukkan ke dalam kategori Pihak yang berkepentingan dengan organisasi (dalam hal ini perusahaan). Perlu kiranya organisasi mendapatkan masukan dari karyawan yang akan keluar dari pekerjaan karena biasanya karyawan akan senang hati menyampaikan saran-saran sebagai bahan masukan bagi organisasi melaksanakan improvement.

Answer : ISO 9001 adalah standard sistem manajemen mutu yang bisa diimplementasikan di organisasi apapun, tak peduli besar kecilnya atau rumit tidaknya prosesnya.

Lihat klausul 1 “….All requirements of this Standard are generic and are intended to be applicable to any organizations, regardless of its type or size, or products and services it provides”. 

Answer : Analisa isu internal dan external di divisi purchasing bisa meliputi:

No

External Issue

Description

1

Supplier lead time order

Lama waktu supplier memenuhi pesanan mulai dari menerima PO sampai dengan barang tiba di udang.

 

2

Kondisi hubungan industri supplier

Kemampuan supplier dalam membina hubungan dengan pihak karyawannya sehingga meminimalisir resiko mogok kerja yang bisa berdampak terhadap kemampuan pemenuhan pesanan.

 

dll.

 

No

Internal Issue

Description

1

Sistem inventory internal

Kemampuan inventory menangani incoming goods dari supplier (kapasitas, sistem handling, safety)

2

NC Product supplier

Penanganan terhadap barang cacat yang dimiliki supplier yang ada di area gudang perusahaan.

3

Procurement fraud

Resiko terjadinya pemalsuan pembelian untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan atau kelompok

4

Minimum inventory level

Batasan minimal jumlah penyimpanan barang di gudang dengan tujuan memperkecil biaya inventory

 

dll

 

Answer : tidak ada suatu keharusan bagi organisasi untuk membuatkan prosedur atau memasukkan “Pengetahuan organisasi” ke dalam sebuah prosedur karena memang ISO 9001:2015 tidak menyebutkan secara specific mandatory procedure.

Organisasi bisa memenuhi persyaratan pada klausul 7.1.6 Pengetahuan organisasi melalui bermacam-macam cara. Bisa dengan membuat petunjuk kerja, drawing tehnik, prosedur, silabus/materi training, buku manual dll.

Answer :

Jumlah audit external ISO 9001:2015 pertahun bisa dilihat dari keterangan di bawah ini:

=> Untuk certification audit biasanya didahului dengan 1st stage audit. 1st stage audit adalah kegiatan yang dilakukan oleh Auditor Lembaga Sertifikasi (disingkat LS) untuk memeriksa kecukupan dokumentasi sistem manajemen mutu organisasi. Bila sudah OK baru lanjut ke Certification audit.

=> Certification audit (2nd stage audit). Dilakukan setelah audit dokumentasi selesai. Artinya kegiatan ini dilakukan pada tahun yang sama (minimal jarak paling dekat dengan 1st stage audit adalah 5 hari). Artinya bila semua lancar maka audit ekternal ini dalam setahun akan terlaksana 2 kali. Namun bila dalam certification audit ada temuan major maka auditor perlu datang sekali lagi untuk audit verifikasi. Artinya jumlah audit dalam tahun yang sama bisa menjadi 3 kali.

=> Selanjutnya surveillance audit. Minimal dilakukan 1 kali dalam setahun. Bisa dilakukan 2 kali pertahun sesuai dengan kesepakatan organisasi dengan LS.

=> Dan yang terakhir re-certification audit pada akhir tahun ke tiga. Pada tahun ini dilakukan 1 kali.

Jadi jawaban atas pertanyaan di atas bervariasi sesuai dengan tujuan audit.

Answer : klausul dalam ISO 9001:2015 berjumlah 10 klausul.

Klausul 1, 2 dan 3 adalah berupa penjelasan Ruang Lingkup, Acuan normative dan Istilah dan definisi. Yang menjadi persyaratan bagi organisasi adalah 7 klausul yaitu klausul 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10.

Answer :

ISO 9001:2015 mensyaratkan organisasi untuk menentukan resiko dan peluang dalam mengembangkan sistem manajemen mutu yang mereka buat (lihat 6.1.1). Kegiatan ini harus mempertimbangkan hasil dari kegiatan memahami Konteks organisasi (4.1). Kita bisa menemukan bahwa organisasi wajib mengidentifikasi isu internal dan external terkait organisasi (lihat 4.1). Selanjutnya organisasi diminta untuk memahami kebutuhan dan harapan pihak berkepentingan (lihat 4.2). Dari situ maka organisasi bisa memahami resiko apa yang lekat dengan organisasi. Jangan lupa bahwa resiko ada dua jenis, yaitu yang berdampak buruk bagi organisasi dan yang berdampak baik bagi organisasi (disebut juga sebagai resiko dan peluang).

Jadi untuk menjawab pertanyaan di atas “Yg harus ada pada daftar risiko ISO 9001 2015” tentu jawabannya bervariasi tergantung di bidang apa organisasi itu bergerak karena resiko yang dihadapi tiap bidang organisasi tentu berbeda-beda. Resiko yang dihadapi pabrik sepatu tentu berbeda dengan resiko yang dihadapi universitas.